I think this picture just says it all..hahahahaha!
Tampilkan postingan dengan label Rido's. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rido's. Tampilkan semua postingan
Jumat, 21 Oktober 2011
Sabtu, 15 Oktober 2011
KPM KPM KPM!
Pagi tadi gue baru aja liat pengumuman hasil seleksi masuk KPM (Korps Protokoler Mahasiswa) yang rangkaian seleksinya udah beres sekitar dua minggu yang lalu dan lumayan ketat juga. Hasilnya...............gue KETERIMA!! YEAAH! udah dag dig dug aja pas buka internet. Awalnya temen sekelompok pas seleksi waktu itu sms "kak, KPM udh ada pengumuman lulusnya ya? bla bla bla" bacanya langsung surprise karena beberapa hari yang lalu gue udah cek website KPM dan pengumumannya masih belum keluar. Langsung lah gue menuju komputer di ruang tengah, turned it on and checked the website. Setelah gue baca, liat nama-nama, alhamdulillah di situ ada nama gue. Alhamdulillah juga ada nama-nama temen sekelompok gue. Ga sia-sia perjuangan selama seleksi kemaren. Mulai dari dengerin pembekalan materi sehari semalem suntuk, sampe dimarah-marahin senior. Sekarang gue udah resmi jadi protokoler muda Universitas Padjadjaran hohohohoho *idung semacam kembang kempis*
SELEKSI KEMARIN
Jadi, rangkaian seleksi masuk KPM itu dibagi jadi tiga tahap. Tahap pertama itu seleksi administrasi. Di tahap ini kita cuma diseleksi berdasarkan biodata dan riwayat hidup singkat yang diisi di formulir pendaftaran. Kayaknya di tahap ini semuanya lulus (kayaknya lho ya), jadi semacam tahap pemanasan aja buat para calon protokoler muda yang daftar ikut seleksi.
Tahap kedua adalah seleksi wawancara. Di tahap ini kita banyak dicehcar dengan pertanyaan-pertanyaan seputar motivasi diri, keorganisasian, pendapat tentang isu sosial, dan pengetahuan seputar universitas. Sebenernya buat gue kalo pertanyaannya seputar pendapat pribadi, atau hal-hal yang serba relatif masih bisa di-handle lah (gaya), tapi begitu pertanyaan seputar pengetahuan umum universitas rada-rada jongklok nih skillnya. Misal nama dekan fakultas sastra aja gue ga tau, plus nama panjang rektor universitas juga gue lupa! PARAH! tapi beruntungnya gue lolos seleksi wawancara. Alhamdulillaaaaaaahhh.
Tahap ketiga. Nah tahap ini nih yang menurut gue pribadi tahap paling berat sekaligus lumayan asik. Di tahap terakhir ini banyak banget tesnya, dan pake acara nginep-nginepan segala. Semacam supercamp lah. Panitianya nyebutnya diklat. Tahap ini dilakukan tanggal 1 & 2 Oktober kemarin. Pertamanya kita disuruh kumpul di kampus DU jam 6 pagi buat dengerin pembekalan materi. Pembekalan materi di DU itu mulai dari jam 7 pagi sampe jam 5 sore! kepotong solat sama makan siang doang. Habis itu kita pergi ke Ciburial (daerah Dago atas) buat acara selanjutnya. Nyampe magrhrib, makan malem, terus pembekalan materi lagi sampe jam 11 -___- body udah kayak ga bertulang gitu saking pegelnya duduk dan merhatiin terus. Akhirnya kita tidur jam 11, dan...........jam 2 udah dibangunin lagi -_- buat jurit malam. Biasa lah yang namanya jurit malam itu jalan post to post, dimarahin, dicaci maki, terakhirnya api unggun. Beres jurit malam, paginya setelah sarapan kita ada tes-tes lagi. Tes (semacam) pola pikir & pendapat sama tes nge-MC formal & informal. Lumayan tuh tes nge-mc formal gue jadi tau suara nge-bass gue kayak gimana, seberat apa, sejantan apa hehehehehe. Beres itu, udah sore kan tuh, kirain udah beres, ternyata BELOOOM! masih ada tes yang terakhir. Tes tertulis. Ah Tuhan badannya udah lengket gini, udah lemes pula, masih harus mikir ternyata. Oke, kita jabanin juga itu tes terakhir. Tes di mana kita diuji pengetahuan kita tentang sejarah Unpad, sejarah KPM, pengetahuan universitas, dan sejauh mana kita memahami materi-materi yang udah dikasih.
Setelah tes tulis terakhir itu, rangkaian seleksi masuk KPM pun resmi berakhir dan ditutup. Kita pulang lagi ke Bandung, maghrib tanggal 2 Oktober. Perasaannya campur aduk antara seneng akhirnya bisa pulang lagi dan sedih karena pengalaman berharganya udahan. Tapi gue mah lebih gede rasa senengnya sih hahaha! Akhirnya, perjuangan masuk KPM pun selesai, dan gue udah dapet hasilnya hari ini. Alhamdulillah, praise the One who owns our lives. Semoga dengan keterimanya gue di KPM bisa menjadi gerbang keberhasilan gue di masa depan. Amin.
Check the photos!!
SELEKSI KEMARIN
Jadi, rangkaian seleksi masuk KPM itu dibagi jadi tiga tahap. Tahap pertama itu seleksi administrasi. Di tahap ini kita cuma diseleksi berdasarkan biodata dan riwayat hidup singkat yang diisi di formulir pendaftaran. Kayaknya di tahap ini semuanya lulus (kayaknya lho ya), jadi semacam tahap pemanasan aja buat para calon protokoler muda yang daftar ikut seleksi.
Tahap kedua adalah seleksi wawancara. Di tahap ini kita banyak dicehcar dengan pertanyaan-pertanyaan seputar motivasi diri, keorganisasian, pendapat tentang isu sosial, dan pengetahuan seputar universitas. Sebenernya buat gue kalo pertanyaannya seputar pendapat pribadi, atau hal-hal yang serba relatif masih bisa di-handle lah (gaya), tapi begitu pertanyaan seputar pengetahuan umum universitas rada-rada jongklok nih skillnya. Misal nama dekan fakultas sastra aja gue ga tau, plus nama panjang rektor universitas juga gue lupa! PARAH! tapi beruntungnya gue lolos seleksi wawancara. Alhamdulillaaaaaaahhh.
Tahap ketiga. Nah tahap ini nih yang menurut gue pribadi tahap paling berat sekaligus lumayan asik. Di tahap terakhir ini banyak banget tesnya, dan pake acara nginep-nginepan segala. Semacam supercamp lah. Panitianya nyebutnya diklat. Tahap ini dilakukan tanggal 1 & 2 Oktober kemarin. Pertamanya kita disuruh kumpul di kampus DU jam 6 pagi buat dengerin pembekalan materi. Pembekalan materi di DU itu mulai dari jam 7 pagi sampe jam 5 sore! kepotong solat sama makan siang doang. Habis itu kita pergi ke Ciburial (daerah Dago atas) buat acara selanjutnya. Nyampe magrhrib, makan malem, terus pembekalan materi lagi sampe jam 11 -___- body udah kayak ga bertulang gitu saking pegelnya duduk dan merhatiin terus. Akhirnya kita tidur jam 11, dan...........jam 2 udah dibangunin lagi -_- buat jurit malam. Biasa lah yang namanya jurit malam itu jalan post to post, dimarahin, dicaci maki, terakhirnya api unggun. Beres jurit malam, paginya setelah sarapan kita ada tes-tes lagi. Tes (semacam) pola pikir & pendapat sama tes nge-MC formal & informal. Lumayan tuh tes nge-mc formal gue jadi tau suara nge-bass gue kayak gimana, seberat apa, sejantan apa hehehehehe. Beres itu, udah sore kan tuh, kirain udah beres, ternyata BELOOOM! masih ada tes yang terakhir. Tes tertulis. Ah Tuhan badannya udah lengket gini, udah lemes pula, masih harus mikir ternyata. Oke, kita jabanin juga itu tes terakhir. Tes di mana kita diuji pengetahuan kita tentang sejarah Unpad, sejarah KPM, pengetahuan universitas, dan sejauh mana kita memahami materi-materi yang udah dikasih.
Setelah tes tulis terakhir itu, rangkaian seleksi masuk KPM pun resmi berakhir dan ditutup. Kita pulang lagi ke Bandung, maghrib tanggal 2 Oktober. Perasaannya campur aduk antara seneng akhirnya bisa pulang lagi dan sedih karena pengalaman berharganya udahan. Tapi gue mah lebih gede rasa senengnya sih hahaha! Akhirnya, perjuangan masuk KPM pun selesai, dan gue udah dapet hasilnya hari ini. Alhamdulillah, praise the One who owns our lives. Semoga dengan keterimanya gue di KPM bisa menjadi gerbang keberhasilan gue di masa depan. Amin.
Check the photos!!
| Kami kelompok 10, kelompok matahari!! widiiiiihh |
| Bareng pembimbing kelompok 10, teh Ayu (the girl with scarf) |
![]() |
| Pagi tanggal 2, sebelum sarapan. (Kiri-kanan: Jaya, Rido, Rifka, Ines, Asti, Taufiq, Pipit, Rere, Putri, Alif, Fizhan.) |
Kamis, 13 Oktober 2011
Temu Nasional & Seminar Spektakuler EA 2011 (Meeting Ippho!)
Heyho bloggers! Last week I just joined people in a huge seminar. It's "Seminar Spektakuler" such a seminar for those who are already began their business or just a step to start their business. There were six speakers in that event. They're Rangga Umara (owner Pecel Lele Lela), Arief Muhammad (admin @poconggg), Reza Nurhilman (owner Maicih), Donny Baskara (social media expert), Denni Delyandri (owner Villa kek pisang), and Ippho Santosa (entrepreneur, writer of "7 Keajaiban Rezeki" & motivator). Above the theme of the event, the speakers, or the need to learn more about the entrepreneur world, one thing that interested me most was the presence of Ippho Santosa. He is the figure who's inspired me for the last months by his latest motivation book "7 Keajaiban Rezeki" (highly recommended book!).
The seminar was held for 7 hours, and Ippho was set to appear at the last section -_- (I think that's the EO's strategy to detain people not to leave earlier). After the 5 speakers had done their materials, finally the part I'd waitin for! Ippho! As I thought before, Ippho's words were so moving and powerful. He shared his thought about gaining money and reaching success in Islam way. He did motivate us too. For real, listening to Ippho gave me a powerful spirit of movement. I guess those who also came to that seminar got that moving spirit too. The material he gave might be simple, but it was well delivered and successfully inspired the people in the hall. Thumbs up for him! Thumbs up for that day!
The seminar was held for 7 hours, and Ippho was set to appear at the last section -_- (I think that's the EO's strategy to detain people not to leave earlier). After the 5 speakers had done their materials, finally the part I'd waitin for! Ippho! As I thought before, Ippho's words were so moving and powerful. He shared his thought about gaining money and reaching success in Islam way. He did motivate us too. For real, listening to Ippho gave me a powerful spirit of movement. I guess those who also came to that seminar got that moving spirit too. The material he gave might be simple, but it was well delivered and successfully inspired the people in the hall. Thumbs up for him! Thumbs up for that day!
| Ippho has poisoned me with his "7 Keajaiban Rezeki" |
Kamis, 29 September 2011
The Busy Week is Almost Done
Satu minggu yang sibuk ini hampir bisa dilalui dengan (menurut saya) sempurna. Ngejar deadline-deadline tugas yang padet, sampe ngurus berbagai hal buat diklat KPM yang lumayan banyak dan ngabisin banyak energi juga. Sebenernya minggu yang padet ini belum selesai, karena sabtu minggu masih ada supercamp/diklat KPM, but at least seenggaknya urusan kuliah, tugas, dsb udah beres semua. Bisa tarik nafas sejenak laaaahh..Ceritanya mau masuk KPM nih B) Mohon doanya! semoga diberi kelancaran acaranya dan keterima KPMnya. Supercamp plus keterima enggaknya nanti diceritain! Sip (y)!
Kamis, 22 September 2011
Wohoo! After Years..Finally..
Last Ramadhan I went to Istana Plaza (IP) for such a "personal refreshing time" (I often do that btw). As usual I looked up around, visited Gramedia, bought some foods, flirted some chicks (eh?), and of course discovered toy stores! It's MULTI toy and game store. Unlike Kidz Station or Toys "R" Us, this store has many rare items. I guess this store provides toys and other items specifically for collectors. I always take a look to this toy store whenever I go to IP, and this time I FOUND ACTION FIGURES THAT I'VE BEEN LOOKIN FOR YEARS! yeah after years..finally! I found the action figures of the 1993 tv series Mighty Morphin Power Rangers! The most impressive things for me about the figure are the detail and the color of it which is very precisely with what we see on the series. There were just red and green rangers on the rack.
Sooo..without hesitation I bought both of them. It was such a big pleasure for me in the middle of my fasting day. Wohoo!
Here are some "crazy" photoshoot of them:
Sooo..without hesitation I bought both of them. It was such a big pleasure for me in the middle of my fasting day. Wohoo!
Here are some "crazy" photoshoot of them:
Interested with Multi toy store? Visit its website -> MULTI Toys-Games-Hobbies
Rabu, 06 Juli 2011
Yang Berharga Dari Perjalanan Pulang Kemarin
Minggu malem kemarin setelah 4 hari 3 malem nginep di rumahnya Luqman di Jakarta gue baru aja pulang. Liburan ceritanya bareng temen-temen. Kita dapet kereta dengan keberangkatan jam 19.12, dan kebetulan dapetnya yang tanpa tempat duduk! karena pas kita beli semua tiket kelas bisnis dengan tempat duduk udah abis. Ini pengalaman pertama gue naik kereta tapi ga dapet tempat duduk. Dipikir-pikir ya itung-itung pengalaman baru lah. Perjalanan kereta malem ala anak rantau :) Alhasil kita harus rela nyari-nyari spot "nganggur" buat didudukin atau seenggaknya buat nempatin badan. Untung si Rendy tau biasanya gerbong makanan jadi tempat "nyantol" orang-orang bertiket "tanpa tempat duduk". Jadi gue, Rendy sama Roby kusek-kusek nyari tempat duduk di situ, barangkali aja dapet. Terus terang awalnya di bayangan gue tiket "tanpa tempat duduk" itu berarti kita berdiri di batas/pemisah antar gerbong. Ngeri banget kan. Tapi untung lah ternyata ga seburuk itu. Kita dapet tempat duduk di salah satu ruangan kecil di gerbong makanan. Di ruangannya ada dua kursi panjang yang saling berhadapan, mungkin cukup buat didudukin lima orang dewasa di masing-masing kursi.
Kita masuk ruangan, nyimpen tas, terus duduk. Setelah duduk baru gue mulai mengamati seisi ruangan. Di sana ada sepasang kakek nenek sama dua orang cucunya yg masih kecil-kecil, terus ada juga pasangan muda suami istri. Istrinya sedang hamil kecil, keliatan dari cara duduk dan perutnya yang membuncit kecil. Sisanya ya kita bertiga, pemuda-pemuda Bandung bau keringet. Diliat sepintas kayaknya udah cocok aja tuh situasi di dalem ruangan dijadiin adegan dalam film. Semua tingkat usia ada di dalemnya! tinggal dibikinin script dengan komplikasi tokoh masing-masing aja hahaha. Yak itu salah satu hal yang ngebuat gue heran sekaligus kagum sama situasi di dalem ruangan kecil di gerbong makanan itu. Kejadiannya bener-bener kebetulan dan gak biasa buat gue. Kita semua beda usia ketemu di ruangan kecil yg panas di gerbong kereta. Gue ngerasa kejadian ini kayak ada di dalem novel atau film, di mana tokohnya macem-macem usia dan latar belakangnya, ketemu dalam satu adegan. Hehe it may sounds 'lebay' but truly I was so amazed by the situation.
Gak lama duduk, gue tanya nenek yang duduk di sebelah
"cucu bu?"
"iya.." kata si nenek sambil senyum
"habis main juga ya bu dari Jakarta?" gue tanya lagi
"iya, habis arisan keluarga di Sentul."
"ooh.. ibu di Bandungnya di mana?"
"di Kiaracondong de"
"ngomong-ngomong kok ibu bisa dapet tiket yg 'tanpa tempat duduk' juga?"
"iya, kemarin pas mau beli yang bisnis ternyata udah habis semua. Ya udah di sini aja." Katanya ramah.
Percakapan berlanjut, gue tanya-tanya sedikit tentang si nenek sama keluarganya sampe dua cucunya ngantuk mau pada tidur. Dari ngobrol tadi, gue jadi tau kalo ternyata mereka kakak adik. Si kakak tidur di bawah pake alas koran. Kalo adenya tidur di kursi panjang. Gue agak kasian sama adenya. Dari awal gue masuk ruangan kayaknya dia murung gitu, beda sama kakaknya yang ceria + banyak omong. Kayaknya dia bad mood karena ruangannya gak nyaman, pengap, dan panas bgt. Dia emang jauh lebih berkeringat dibanding kakaknya. Udah keringetan gitu tidurnya di kursi yang bahannya oscar. Mana enak! kasian kan. Itu juga salah satu pelajaran yang gue dapet dari perjalanan kemarin. Yak, kita harus mau "sakit-sakitan" demi tujuan tercapai. Kayak contohnya aja si kakek sama nenek yang harus rela bawa cucu-cucunya gerah gerahan di kereta demi bisa pulang ke Bandung.
Di dalem kereta gue bener-bener belajar tentang perjuangan. Gimana si nenek akhirnya harus ikut duduk di bawah karena si kakak merengek "tidurnya ga enak". Bisa dibayangin gimana perasaan si nenek denger cucunya bilang gitu, mungkin dia juga ga tega liat dua orang cucunya harus susah payah ikut perjalanan malem Jakarta-Bandung di ruangan yang ga selayaknya buat anak-anak. Ruangan pengap dan panas banget, tapi ya mau gimana lagi.
Si nenek udah keliatan ngantuk banget. Sekali-kali matanya merem, terus melek lagi. Waktu dia udah agak lama merem, dia harus bangun lagi karena kaget denger suara pecahan kaca. Yak di perjalanan gue kemarin terjadi beberapa kali pelemparan batu ke arah kereta oleh orang yang ga bertanggung jawab. Gue tambah kasian aja liatnya. Mungkin si nenek udah ngantuk banget, tapi dia juga ada tanggung jawab buat ngejagain cucunya.
Dengan segala hormat, buat orang-orang yang ada dalem foto & video, gue minta izin publish ya
Intinya, perjalanan pulang kemarin bener-bener berkesan buat gue. Banyak pengalaman baru yang gue dapet. Mulai dari naik kereta tanpa tempat duduk, kenalan sama orang-orang baru, sampe dapet pelajaran dari kejadian yang terjadi di depan mata.
Kita masuk ruangan, nyimpen tas, terus duduk. Setelah duduk baru gue mulai mengamati seisi ruangan. Di sana ada sepasang kakek nenek sama dua orang cucunya yg masih kecil-kecil, terus ada juga pasangan muda suami istri. Istrinya sedang hamil kecil, keliatan dari cara duduk dan perutnya yang membuncit kecil. Sisanya ya kita bertiga, pemuda-pemuda Bandung bau keringet. Diliat sepintas kayaknya udah cocok aja tuh situasi di dalem ruangan dijadiin adegan dalam film. Semua tingkat usia ada di dalemnya! tinggal dibikinin script dengan komplikasi tokoh masing-masing aja hahaha. Yak itu salah satu hal yang ngebuat gue heran sekaligus kagum sama situasi di dalem ruangan kecil di gerbong makanan itu. Kejadiannya bener-bener kebetulan dan gak biasa buat gue. Kita semua beda usia ketemu di ruangan kecil yg panas di gerbong kereta. Gue ngerasa kejadian ini kayak ada di dalem novel atau film, di mana tokohnya macem-macem usia dan latar belakangnya, ketemu dalam satu adegan. Hehe it may sounds 'lebay' but truly I was so amazed by the situation.
Gak lama duduk, gue tanya nenek yang duduk di sebelah
"cucu bu?"
"iya.." kata si nenek sambil senyum
"habis main juga ya bu dari Jakarta?" gue tanya lagi
"iya, habis arisan keluarga di Sentul."
"ooh.. ibu di Bandungnya di mana?"
"di Kiaracondong de"
"ngomong-ngomong kok ibu bisa dapet tiket yg 'tanpa tempat duduk' juga?"
"iya, kemarin pas mau beli yang bisnis ternyata udah habis semua. Ya udah di sini aja." Katanya ramah.
Percakapan berlanjut, gue tanya-tanya sedikit tentang si nenek sama keluarganya sampe dua cucunya ngantuk mau pada tidur. Dari ngobrol tadi, gue jadi tau kalo ternyata mereka kakak adik. Si kakak tidur di bawah pake alas koran. Kalo adenya tidur di kursi panjang. Gue agak kasian sama adenya. Dari awal gue masuk ruangan kayaknya dia murung gitu, beda sama kakaknya yang ceria + banyak omong. Kayaknya dia bad mood karena ruangannya gak nyaman, pengap, dan panas bgt. Dia emang jauh lebih berkeringat dibanding kakaknya. Udah keringetan gitu tidurnya di kursi yang bahannya oscar. Mana enak! kasian kan. Itu juga salah satu pelajaran yang gue dapet dari perjalanan kemarin. Yak, kita harus mau "sakit-sakitan" demi tujuan tercapai. Kayak contohnya aja si kakek sama nenek yang harus rela bawa cucu-cucunya gerah gerahan di kereta demi bisa pulang ke Bandung.
Di dalem kereta gue bener-bener belajar tentang perjuangan. Gimana si nenek akhirnya harus ikut duduk di bawah karena si kakak merengek "tidurnya ga enak". Bisa dibayangin gimana perasaan si nenek denger cucunya bilang gitu, mungkin dia juga ga tega liat dua orang cucunya harus susah payah ikut perjalanan malem Jakarta-Bandung di ruangan yang ga selayaknya buat anak-anak. Ruangan pengap dan panas banget, tapi ya mau gimana lagi.
Si nenek udah keliatan ngantuk banget. Sekali-kali matanya merem, terus melek lagi. Waktu dia udah agak lama merem, dia harus bangun lagi karena kaget denger suara pecahan kaca. Yak di perjalanan gue kemarin terjadi beberapa kali pelemparan batu ke arah kereta oleh orang yang ga bertanggung jawab. Gue tambah kasian aja liatnya. Mungkin si nenek udah ngantuk banget, tapi dia juga ada tanggung jawab buat ngejagain cucunya.
Dengan segala hormat, buat orang-orang yang ada dalem foto & video, gue minta izin publish ya
Suasana di ruangan
videonya gelap ya -__-
![]() | |||
| Mumpung lagi tidur, gue curi curi foto. Punten nya bu |
| NGEKSIS DIKIT. RENDY, ROBY, (yah siapa lagi) hehe :) |
Intinya, perjalanan pulang kemarin bener-bener berkesan buat gue. Banyak pengalaman baru yang gue dapet. Mulai dari naik kereta tanpa tempat duduk, kenalan sama orang-orang baru, sampe dapet pelajaran dari kejadian yang terjadi di depan mata.
Jumat, 03 Juni 2011
SCRE4M (Review Pribadi)
Ya, dua hari yang lalu saya baru aja nonton film "SCRE4M" dan itu film bener-bener KEREN!! ceritanya emang dari dulu udah terobsesi sama film-film Scream, jadi seri ke-empat ini jadi tontonan wajib awal bulan Juni ini. Triloginya yang berakhir (ternyata cuma sementara) di tahun 2000, udah bikin kesan tersendiri di hati para fansnya. Jadi ga heran setelah sebelas tahun franchise ini menghilang dari kancah perfilman Hollywood, para penikmat film nunggu-nunggu bgt kisah dari seri keempatnya. Saking berkesannya film, sampe niat buat bikin review sendiri nih. Sip, langsung ke review, cekidot!
(Sinopsis dulu nih)
Secara singkat, tokoh utama dari film ini Sidney Presscot (Neve Campbell) sekarang menjadi penulis buku. Isi bukunya tentang pengalaman masa lalunya yang berkali-kali menjadi sasaran pembunuh sadis di Woodsboro satu dekade yang lalu (entah itu berbentuk biografi atau apapun ya). Dalam rangkaian tur promosi bukunya, Sidney akhirnya sampai di kampung halamannya Woodsboro, sebuah kota kecil yang tak lain adalah tempat asli dari kejadian pembunuhan berantai yang ia tulis di bukunya. Di sana Sidney kembali bertemu dengan dua orang teman lamanya Dewey (David Arquette) dan Gale (Courteney Cox). Kembalinya Sidney ke Woodsboro membangkitkan kembali teror pembunuh berantai yang sempat hilang selama satu dekade terakhir.
Review
Film dibuka dengan potongan-potongan film STAB yg dikisahkan dalam seri film Scream adalah film adaptasi kisah nyata hidup Sidney Prescott yang menjadi sasaran utama pembunuh berantai. Disadari atau tidak, di awal film banyak terdapat dialog-dialog yang secara eksplisit seolah mengumumkan kembalinya kedigdayaan franchise Scream ke ranah perfilman horror. Itu bisa dilihat dari dialog para tokohnya saat menyindir film-film horror zaman sekarang, seperti SAW, dan film-film horror adaptasi Asia. Khusus untuk SAW, dalam salah satu dialog pembuka film horror slasher ini disindir dengan cukup pedas. Seperti disebutkan bahwa film SAW tidak memiliki alur cerita yang baik, atau tidak adanya pengembangan tokoh di setiap filmnya, hanya menjual darah dan kesadisan. Dialog-dialog tersebut seolah mengatakan bahwa film Scream yang keempat ini menawarkan sesuatu yang berbeda dari film-film horror zaman sekarang. Jika kita mengikuti seri film Scream dari film pertama, maka dialog-dialog tersebut akan sangat mudah dicerna karena banyak terdapat juga unsur flashback bagi para fans setianya.
Beberapa adegan atau kejadian khas ala Scream memang tetap ditampilkan, seperti film dibuka dengan pembunuhan, lalu teror telepon (yang ini sepertinya memang tak bisa dihilangkan), lalu tiga tokoh utama (Sydney, Dewey, dan Gale) yang meski berkali-kali diserang namun tidak mati, adegan di mana jika seseorang sendiri di rumah maka tidak lama lagi akan menerima telepon, diserang dan mati, juga monolog (lumayan panjang) si pembunuh di klimaks cerita sesaat setelah membongkar kedoknya. Kesemuanya ditampilkan kembali. Bagi para fans Scream, maka sudah tak asing lagi jika melihat beberapa adegan yang familiar ala Scream tersebut. Mungkin ini dilakukan sebagai bagian dari usaha untuk menjaga ciri khas filmnya sendiri.
Tak bisa dipungkiri, film ini menjadi semacam nostalgia bagi para penggemar film horror maupun fans setianya. Seandainya cerita dibuat semurahan mungkin tanpa pengembangan tokoh dan hanya memunculkan si pembunuh dengan topeng khasnya, kemungkinan besar hal tersebut masih bisa "dimaafkan" karena ini momen comeback dan banyak orang suka dengan momen-momen seperti ini. Namun sutradara Wes Craven tidak membiarkan franchise filmnya menjadi bahan jualan semata. Terlihat dari segi pengembangan tokoh yang menunjukkan progress, tensi ketegangan yang naik turun sepanjang alur cerita, hingga ending film yang terasa lebih dramatis dan tak terduga dibanding tiga film sebelumnya. Dalam film ini juga terdapat beberapa tokoh yang dirasa "dipasang" untuk mengecoh penonton dari si pembunuh yang sebenarnya. Sehingga kita terkadang menebak-nebak siapa dalang dari serangkaian pembunuhan tersebut, namun di akhir cerita semua ekspektasi kita akan hancur seiring dengan terbongkarnya kedok sang pembunuh. Never try to guess, the ending is really unexpected!
Sebagai fans film Scream, saya memang terkesima dan sangat terhibur dengan installment keempatnya ini. Namun harus diakui film ini pun memiliki kelemahan. Beberapa kelemahan yang tampak jelas bagi saya di antaranya, saat beberapa tokoh "pengecoh" ditampilkan. Memang tokoh pengecoh tersebut cukup ampuh dalam menambah rasa cerita, namun dalam scene-scene tertentu, adegannya terasa sangat dipaksakan, seperti adegan muncul dari balik kegelapan sembari berbicara dengan tatapan dingin, atau datang secara tiba-tiba setelah si pembunuh menghilang. Sepertinya penonton sudah bosan dengan hal-hal seperti itu. Kelemahan juga terlihat di ending cerita. Motif si pembunuh untuk melakukan pembunuhan berantai hanya karena menginginkan popularitas semata terasa sangat dibuat-buat, apalagi pelakunya masih sangat muda (murid SMA) rasanya tidak akan seberani itu untuk melakukan serangkaian aksi pembunuhan sadis hingga rela menyakiti diri sendiri agar dikira sebagai korban. Selanjutnya kelemahan nampak saat cerita diakhiri dengan label "happy ending" (secara pribadi memang saya menginginkan seperti itu) karena Sidney ternyata masih hidup dan tetap menjadi "jagoannya", namun secara nalar hal tersebut agak konyol. Bagaimana mungkin Sidney yang sudah ditusuk berkali-kali dengan kekuatan tusukan yang sama pada korban lain yang mati masih bisa bertahan hidup?? di sini terlihat ego Carven sebagai si empunya film untuk tetap menonjolkan karakter Sidney meskipun agak dipaksakan. Sehingga tagline "New Decade, New Rules" seolah terpampang tanpa arti setelah menyaksikan filmnya, karena toh sebagian besar cara dalam menuturkan ceritanya masih menggunakan formula yg sama. Namun terlepas dari poin plus dan minusnya, fans setia film Scream (salah satunya saya huehe) sudah barang tentu sangat senang dengan kembalinya film horror favorit mereka.
Akhir kata, yang baca boleh setuju atau enggak dengan review ini, yang jelas untuk lebih detailnya tonton aja sendiri filmnya. Highly recommended! B) SCRE4M Trailer
Picture and trailer by Google & Youtube.
Jumat, 20 Mei 2011
Power Rangers Follow Me!
It happened today. It's 04.30 am, when I woke up, checked my Blackberry, and I found out this unbelievable and unpredictable thing.....(check the picture) huehehe.
![]() | |||
WOHOOOOOO...!! so the official Power Rangers Twitter page, had requested to follow my twitter. wew! (maybe for some people it sounds childish) but this is really cool! hahhahaha! seriously I still cannot believe (sounds hyperbole) I don't know what's the reason to finally decided to follow me. Just want to share it btw! hohohoh
![]() |
| it's become ma follower B) |
In honoring it, it's my pleasure to share the link of Power Rangers' Twitter page. So, just follow!
Jumat, 15 April 2011
Boxing in My View
This afternoon I saw a commercial ad of boxing match on tv. That commercial made me ask myself "don't we do sports to train and make our body strong and healthy?". Yes we can see the athletes are a strong guy. But how does it feel? being hit by other and hitting other people? is that sport? is that what we call the true masculinity? I guess not. I think this is not the right "thing" of sport.
Yet it is ironic to see how people love and willing to pay, to watch other people hurting and paralyzing each other. I wonder what they feel when they see it. We can see sometimes boxers get bruised and bloody face after the match and the crowd yelled to show expression and give support. (I appreciate them for supporting the champion, but I'm sure they don't want that bloody face in their faces). So, I think doing this kind of sport is no more than hurting ourselves.
Maybe some of you get the same thought as me about boxing. I just hope there will be another better sport to do, beside fighting each other.
Yet it is ironic to see how people love and willing to pay, to watch other people hurting and paralyzing each other. I wonder what they feel when they see it. We can see sometimes boxers get bruised and bloody face after the match and the crowd yelled to show expression and give support. (I appreciate them for supporting the champion, but I'm sure they don't want that bloody face in their faces). So, I think doing this kind of sport is no more than hurting ourselves.
Maybe some of you get the same thought as me about boxing. I just hope there will be another better sport to do, beside fighting each other.
![]() |
| you see that? |
The pics owned by google.com
Selasa, 12 April 2011
Graduation Photo
This afternoon, Hani my high school friend gave me this photo. The photo of our graduation day.
This photo's taken in June 23rd 2010. But unfortunately not all of the classmates joined this photo session. So just twenty eight of us. Miss you all guys! for sure!
FYI : For almost a year, and Hani just gave me the photo this afternoon -_- great job Han, hahahaha! by the way thanks for the photo! (Hani seats next to me in the photo).
![]() |
| AKHIRNYA LULUUUUSS!! |
This photo's taken in June 23rd 2010. But unfortunately not all of the classmates joined this photo session. So just twenty eight of us. Miss you all guys! for sure!
FYI : For almost a year, and Hani just gave me the photo this afternoon -_- great job Han, hahahaha! by the way thanks for the photo! (Hani seats next to me in the photo).
Sigh!
Yesterday, was such an exhausting day (at least for some hours). I lost my car key just a few minutes before I left home for campus! the hell for that moment, it happened at the day of my grammar mid-term!
It was 11.45 when I picked my bag and other stuffs out of my room, and ready to go. Turned off the computer, checked all the doors, prepared the money and so on before I left. On the next second, I realized I hadn't brought my car key. I forgot where the last time I put my car key! At first I tried to calm down when searching for my key, but when the clock showed it's five minutes more to twelve o' clock, my body started sweaty! (you can imagine -_-)
I was alone at home. My parents were going to hospital, and my bro was in campus. I still couldn't find where the heck my car key is. I texted my mom, and called my bro, asking for it, perhaps they knew. Unfortunately none of them knew where the key is. My brother even asked me back, "it should be on you, so how now?!"
DAMN! DAMN! DAMN!! The mid-test would start at 12.30! and I was still at home! SO HOW NOW! the half-sweaty and miserable me kept search for it, then my cellphone rang. It's mom. "De, have you found it?" "no, still searching". Then I remembered the spare key.
"mom, where did you put the spare key?"
"I'm not sure, but it should be in one of the drawers in my bedroom."
"which drawer??"
"how about the one beside the make up box?"
"no"
"try the others..as I remember I put it in a red box."
There are so many drawers and boxes in my mom's room. But finally I got it! (thank you mom!)
I rushed my car to reach campus as soon as possible, as fast as I could, because it was 12.16 already. I was about entering the main road, and found out there was a traffic jam. Actually it wasn't a really bad traffic jam, the cars were still moved slowly and occasionally moved as usual. (but for that moment, it feels like hell). I entered the Buah Batu highway, the speed of my car was 120km/hr (pretty cool huh hehe). My heart was beating so fast, I was so worried about the mid-test. But thanks God those MJ's songs gave a little peace to my worry, so I could make my inhale and exhale slowly in a while.
Arrived at campus. Brought my bag out, wiped my sweat, and ran to the B building. I went upstairs to the third floor. I just reached the third floor, which is the last floor of the building, and this sentence came to my mind "THE TEST IS AT C3.01 ROOM! WHICH IS LOCATED IN C BUILDING!" I was wrong so I had to ran downstairs again and ran to the C building. And of course I had to ran upstairs again to reach the third floor of the building. What a miserable thing!
So finally yeah I arrived at the right room. I walked in, and took a seat. The test had just started for ten minutes. Alhamdulillah I still could join and do the test well (with a sweaty body and oily face of course). The test was pretty easy (sure?) the lecturer was so kind (haha), and I still could use my clear mind in doing the test. So thanks God for giving me this extraordinary experience, but pleeeeeease never give me this kind of thing anymore.
It was 11.45 when I picked my bag and other stuffs out of my room, and ready to go. Turned off the computer, checked all the doors, prepared the money and so on before I left. On the next second, I realized I hadn't brought my car key. I forgot where the last time I put my car key! At first I tried to calm down when searching for my key, but when the clock showed it's five minutes more to twelve o' clock, my body started sweaty! (you can imagine -_-)
I was alone at home. My parents were going to hospital, and my bro was in campus. I still couldn't find where the heck my car key is. I texted my mom, and called my bro, asking for it, perhaps they knew. Unfortunately none of them knew where the key is. My brother even asked me back, "it should be on you, so how now?!"
DAMN! DAMN! DAMN!! The mid-test would start at 12.30! and I was still at home! SO HOW NOW! the half-sweaty and miserable me kept search for it, then my cellphone rang. It's mom. "De, have you found it?" "no, still searching". Then I remembered the spare key.
"mom, where did you put the spare key?"
"I'm not sure, but it should be in one of the drawers in my bedroom."
"which drawer??"
"how about the one beside the make up box?"
"no"
"try the others..as I remember I put it in a red box."
There are so many drawers and boxes in my mom's room. But finally I got it! (thank you mom!)
I rushed my car to reach campus as soon as possible, as fast as I could, because it was 12.16 already. I was about entering the main road, and found out there was a traffic jam. Actually it wasn't a really bad traffic jam, the cars were still moved slowly and occasionally moved as usual. (but for that moment, it feels like hell). I entered the Buah Batu highway, the speed of my car was 120km/hr (pretty cool huh hehe). My heart was beating so fast, I was so worried about the mid-test. But thanks God those MJ's songs gave a little peace to my worry, so I could make my inhale and exhale slowly in a while.
Arrived at campus. Brought my bag out, wiped my sweat, and ran to the B building. I went upstairs to the third floor. I just reached the third floor, which is the last floor of the building, and this sentence came to my mind "THE TEST IS AT C3.01 ROOM! WHICH IS LOCATED IN C BUILDING!" I was wrong so I had to ran downstairs again and ran to the C building. And of course I had to ran upstairs again to reach the third floor of the building. What a miserable thing!
So finally yeah I arrived at the right room. I walked in, and took a seat. The test had just started for ten minutes. Alhamdulillah I still could join and do the test well (with a sweaty body and oily face of course). The test was pretty easy (sure?) the lecturer was so kind (haha), and I still could use my clear mind in doing the test. So thanks God for giving me this extraordinary experience, but pleeeeeease never give me this kind of thing anymore.
Kamis, 10 Maret 2011
Wanted Toys!
Take a look at these:
![]() |
| Nice toys huh! |
Those are the newest edition of Mighty Morphin Power Rangers remastered toys. BANDAI has released it at the end of 2009 (yes it's been a year) and I'm dying to collect all of them. I got a really huge passion to buy and collect them, but..but..BUT.. they are not available yet in Indonesia. I've been looking for them in several toy stores in Bandung and still cannot find any. So I hope BANDAI would release them here very very soon.
To see the commercial ad click the link below:
To see the toy's review by SEANxLONG:
I do not own the pictures and videos.
Sources : Google & Youtube
Selasa, 08 Maret 2011
Langganan:
Postingan (Atom)















